This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah adegan perkelahian di koridor di mana Oh Dae-su melawan puluhan pria hanya dengan bermodalkan sebuah palu. Adegan ini diambil dalam satu tangkapan kamera ( one-take shot ) tanpa sensor atau potongan visual, menjadikannya salah satu koreografi laga paling berpengaruh dalam sejarah film modern.
Di akhir film, Woo-jin yang telah mencapai tujuannya (menghancurkan jiwa Dae-su) bunuh diri dengan tembakan di kepala. Sementara itu, Dae-su memilih untuk memotong lidahnya sendiri sebagai permohonan maaf dan sebagai simbol bahwa ia tidak akan pernah "menggonggong" atau menyebarkan rahasia lagi, demi melindungi Mi-do yang tidak tahu apa-apa. Namun, adegan paling akhir menunjukkan Dae-su yang tersenyum aneh di tengah salju setelah dihipnotis untuk melupakan tragedi itu, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab hingga saat ini:
Twist dalam Oldboy tidak hanya mengejutkan secara visual atau naratif, tetapi ia secara fundamental mengubah cara Anda memandang keseluruhan cerita. Identitas si penjahat, motifnya, serta hubungan antara karakter utama akan terungkap di menit-menit akhir dalam sebuah adegan yang membuat penonton terdiam. Tanpa subtitle yang akurat, nuansa psikologis dari dialog antara Dae-su dan Woo-jin bisa hilang.
This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah adegan perkelahian di koridor di mana Oh Dae-su melawan puluhan pria hanya dengan bermodalkan sebuah palu. Adegan ini diambil dalam satu tangkapan kamera ( one-take shot ) tanpa sensor atau potongan visual, menjadikannya salah satu koreografi laga paling berpengaruh dalam sejarah film modern.
Di akhir film, Woo-jin yang telah mencapai tujuannya (menghancurkan jiwa Dae-su) bunuh diri dengan tembakan di kepala. Sementara itu, Dae-su memilih untuk memotong lidahnya sendiri sebagai permohonan maaf dan sebagai simbol bahwa ia tidak akan pernah "menggonggong" atau menyebarkan rahasia lagi, demi melindungi Mi-do yang tidak tahu apa-apa. Namun, adegan paling akhir menunjukkan Dae-su yang tersenyum aneh di tengah salju setelah dihipnotis untuk melupakan tragedi itu, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab hingga saat ini:
Twist dalam Oldboy tidak hanya mengejutkan secara visual atau naratif, tetapi ia secara fundamental mengubah cara Anda memandang keseluruhan cerita. Identitas si penjahat, motifnya, serta hubungan antara karakter utama akan terungkap di menit-menit akhir dalam sebuah adegan yang membuat penonton terdiam. Tanpa subtitle yang akurat, nuansa psikologis dari dialog antara Dae-su dan Woo-jin bisa hilang.